MEREKA

ishartanto.jpg

Ada Cinta dan Cita Sejak SMA

Paduan cinta terindah dua insan, hanya tercipta semasa SMA. Tak sedikit orang menyimpan kenangan manis dihati mereka. Tapi bagaimana di tengah gelombang asmara tersebut, seseorang juga aktif berorganisasi dan terus berprestasi? DR. H. Ishartanto, SE, MMA (43 tahun) yang Alumni 1979 sekaligus mantan Ketua I OSIS (1978) SMA Negeri I Palembang dan Dewi Yanti, SH (1981) yang lulusan notariat UI ini punya kisah tersendiri.

Mampu menjadi “Kepala Suku” siswa SMA bagi sosok tak perokok ini, sesungguhnya tak mengherankan. Sebab jiwa kepemimpinannya sudah ditempa melalui kepramukaan di SD dan Ketua OSIS di SMP Persit KCK Palembang. Namun bukan berarti profil berwatak serius ramah ini menggapai Ketua OSIS dengan mudah. Apalagi saat itu Tanto juga dikenal sebagai Komandan Gangs of Pinggiran alias lawan kelompok Talang Semut. Gawatnya lagi, kandidat pesaing adalah kakak di Ishartanto. “Jadi dia itu, ya kakak ipar saya sekarang. Saat itu saya kelas 3 PA-3. Dan pacar saya Dewi Yanti yang jadi isteri saya sekarang, ketika itu kelas 1 IPS,” ujar bapak 3 anak yaitu Abdul Aziz Ishartanto (SMUN 42 Jaktim), Flora Melinda Ishartanto SMP 115 Jaksel) dan Abdul Jabar Ishartanto (SDN Cipinang Melayu) seraya tersenyum renyah.

Selain menjadi Ketua OSIS, Tanto dan kawan-kawan kala itu juga bisa menerbitkan majalah sekolah. Majalah tersebut diperbanyak masih dalam bentuk stensilan. Syukur majalh mampu terbit secara rutin 3 bulan sekali. “Padahal agar majalah bisa terbit disiplin, kan perlu duit. Kami nggak tahu, kenapa saat itu ada saja duit untuk mencetak majalah,” tukas Ishartanto terkekeh mengenang kekompakan kerja bersama sobat-sobat SMA dulu.

Namanya remaja SMA, pergaulan dia yang bertubuh tinggi besar bersama Kelompoknya harus diakui sangat solid. Termasuk kenakalan-kenakalan khas waktu itu. Di kalangan para guru, kelompok satu ini dikenal sulit dikendalikan. Walaupun negitu, anak-anak ini juga dikenal pintar-pintar di beberapa pelajaran pokok. Dari kenakalan otot plus kepintaran otak inilah lalu menjelma menjadi sebuah solidaritas kebersamaan, keikhlasan bergaul, tolong menolong hingga selalu menasehati sesama kawan.

Ishartanto melanjutkan belajar ketingkat lebih tinggi, dari sarjana muda hingga jenjang sarjana Ekonomi di bidang Akuntansi. Di era ini, sambil kuliah dia mulai bekerja di kantor akuntan sebagai auditor yunior hhingga manager. Sebelum rampung menyelesaikan Strata 2 di Magister Manajemen Agrobisnis, IPB Bogor dia sudah menjadi Direktur sekaligus pemilik PT Agrowiratama, perkebunan kelapa sawit di Sumbar. Sesudah era ini Ishartanto memegang berbagai posisi sebagai Dirut atau Komisaris di sejumlah perusahaan di bidang; Agrobisnis, Jasa, Ekspor-Impor hingga pabrik sepatu.

Pada priode 1990-2000, aktivitas bisnis dan sosial Ishartanto sungguh seabreg. Sebab di dekade ini menjadi ketua RW di lingkungan domisilinya, Bendahara I Pengurus Besar NU (semasa Abdurrahman Wahid Ketua PB-NU), Ketua Brigade Pemuda Pelopor Pembangunan Desa, (BP3D), Ketua Umum Ikatan Alumni MMA-IPB yang masih dijalaninya sampai sekarang. Di masa ini pula dua Prestasi bergengsi disabetnya. Pertama, “Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 1996” sebagai penggagas, pendiri dan penggiat organisasi BP3D. Kedua, menjadi “The Asean Best Young Enterpreneurship Award 1999” suatu penghargaan yang diberikan untuk generasi muda dari negara-negara ASEAN.

Isartanto meyakini benar apa artinya mengoptimalkan waktu. Di tengah segudang aktifitas, ia mampu menamatkan Strata 3 di universitas Negeri Jakarta (dulu IKIP Jakarta) bidang manajemen SDM. Jiwa muda semasa SMA selalu menggelegak dalam dirinya. Sejak 2000 hingga sekarang, tak kurang di 9 perusahaan ia memegang posisi Komisaris dan 5 diantaranya bergerak di sektor Agribisnis serta agroindustri. Itu sebabnya di tahun 2003 Ishartanto kembali mengukir prestasi sebagai “Agribusiness Enterpreneur Award” yang diselenggarakan oleh Departemen Pertanian RI.
Pahatan sukses bisnis yang dibentuknya tidak melupakan aktivitas sosial, antara lain saat ini ia menjadi Bendahara Forum Professional Sriwijaya yang pendiriannya di prakarsai oleh Taufik Kiemas sejak 2001 sampai sekarang. Di bidang organisasi sosial, sekali lagi Ishartanto dipercaya mengemban amanah sebagai Keua Umum Keluarga Besar Alumni SMAN 1 Palembang periode 2003 – 2006. “Alhamdulillah sampai sekarang, semangat silaturahmi teman-teman SMA saya tetap kuat. Tak ada yang mersa hebat dari yang lain, di segi ilmu, materi atau apapun,” ungkap pria yang berumah di Kompleks Jatiwaringin Asri ini serius.

Falsafah hidupnya selalu menyatukan hati, pikiran dan karya dalam keseharian hidup. (Zainal Wafa/ Syahril)

Lahir, Baturaja, 03 Februari 1960
Agama, Islam
Pendidikan,S3
Riwayat Pekerjaan,
Komisaris Utama
Alamat Rumah,
Kompleks Jatiwaringin Asri RT.012 RW. 020 Blok F9 No.01
Kelurahan Jatiwaringin Kecamatan Pondok Gede, Bekasi 17411
Telp. (021) 8460437, 0816.76.80.87 Faks. (021) 8463379
Alamat Kantor,
Jalan Bekasi Timur IV/3A
Jatinegara, Jakarta 13410
Telp. (021) 8508434 Faks (021) 8503735
e-Mail <ishartanto@cbn.net.id>
Data Keluarga:
Istri,Hj Dewi Yanti, SH, CN
Lahir, Palembang

Pendidikan, Notaris
Pekerjaan, –
Pernikahan, Palembang, 11 Januari 1987
Anak,
1. Abdul Aziz Hartanto (Jakarta, 15 Okt 1987)
2. Flora Melinda Hartanto (Jakarta, 15 Mei 1990)
3. Abdul Jabbar (Jakarta, 10 Januari 1997)

sumber : Buku Alumni SMA Negeri 1 Palembang terbitan 2003
%d blogger menyukai ini: